Jumat, 02 Maret 2012

inventarisasi


Peta dan Pemetaan

Peta merupakan definisi dari  gambaran atau lukisan dari permukaan bumi  di bidang datar baik secara keseluruhan maupun sebagian dari permukaan bumi  dengan perbandingan tertentu. Menurut Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal 2005) Peta merupakan wahana bagi penyimpanan dan penyajian data kondisi lingkungan, merupakan sumber informasi bagi para perencana dan pengambilan keputusan pada tahapan dan tingkatan pembangunan. sedangkan pemetaan dapat diartikan sebagai suatu proses terpadu yang mencakup pengumpulan, pengolahan dan visualisasi dari data spasial (keruangan).
Fungsi peta secara umum adalah untuk memberikan informasi mengenai arah ataupun memberitahukan informasi tertentu .  Peta memberikan informasi yang sangat bermanfaat minsalnya proses perencanaan pembangunan daerah oleh pemerintah bagi kesejahteraan masyarakat seperti disektor pertanahan, pemukiman, transportasi, perkebunan, pertanian, perikanan kelautan, kehutanan, bahkan sector mitigasi bencana alam. Tanpa adanya informasi yg akurat dapat menimbulkan penataan ruang yang amburadul, eksploitasi sumberdaya alam yg tidak tepat, perusakan lingkungan yg tidak terpantau, serta bencana alam. Berikut komponen-komponen peta :

1.      Isi peta
2.      Judul peta 
3.      Skala peta dan symbol arah 
4.      Legenda atau keterangan 
5.      Inzet dan index peta
6.      Gird
7.      Nomor peta
8.      Sumber peta 

Kegiatan pemetaan sangat penting dilakukan terutama untuk bidang kehutanan  dikarnakan sangat mendukung dalam pengelolaan hutan alam dan membatasi potensi konflik di sektor kehutanan yang sangat tinggi dan kondisi kerusakan makin parah. Maka pembaharuan dan analisa tutupan hutan melalui pemetaan menjadi penting sebagai langkah awal yang mendukung upaya-upaya untuk mereduksi degradasi/deforestasi hutan dan mencari solusi uuntuk isu-isu kehutanan yang dianggab problematis.


 Kegiatan pemetaan hutan dilakukan dengan berbagai cara melalui GPS, Lansung, dan Satelit. Untuk melakukan pemetaan wilayah hutan biasanya menggunakan teknologi pengindra jauh yaitu suatu teknologi untuk mengetahui objek dipermuakaan bumi tanpa menyentuh lansung. Teknologi pengindraan jauh yg digunakan dikehutanan diantaranya adalah penggunaan citra statelit.  Salahsatu citra statelit yang digunakan adalah citra Landsat 7 Enhanced Thematic Mapper Plus (ETM+7) yang mempunyai resolusi sepecial 30 m untuk kanal multispectral, 60 m untuk kanal thermal dan 15 m untuk kanal pankromatik. Informasi mengenai sebaran penutupan lahan dari citra ini digunakan sebagai bahan dasar perencanaan, pengolahan maupun pengawasan pengelolaan rehabilitasi dan reboisasi sumberdaya hutan.

Berikut merupakan tahapan kegiatan dalam pemetaan menggunakan citra satelit, kegiatan ini dibagi menjadi dua tahapan : interprestasi citra satelit dan produksi peta akhir.

Tahap I : Interpretasi Citra Satelit
a) Persiapan tahap ini tahap yang pertama yg harus dilalui. Kegiatan pada tahap ini meliputi studi literature referensi dalam menentukan klasifikasi hutan selain berdasarkan jenis vegetasi juga didasarkan pada kondisi geografis lahan (topografi) secara umum panduan interpretasi masih menggunakan22 kelas criteria penutupan lahan yang disusun oleh badan Planotologi (BAPLAN), departemen kehutanan.
b) Perekrutan salah satu yang dibutuhkan dalam melakukan interpretasi citra lanset, bibutuhkan tenaga ahli minimal 5 orang tenaga kerja GIS operator dengan tugas utama untuk melakukan penafsiran Citra Landsat ETM7+. Kegiatan ini harus di koordinir oleh stagholder yang ahli dibidang ini.
c) Pelaksanaan Interpretasi Citra Landsat 7 ETM+ tahapan dalam Pemetaan Lanscover dari Citra Pengindra Jauh Landsat 7 ETM adalah sebagai berikut :
1. Loading data digital citra satelit
2.Pembuatan komposit dan penajaman citra (image enhancement).
3. Pelaksanaan interpretasi dengan metode visual interpretation. Biasanya metode ini diklakukan dengan cara melakukan super imposed antara citra lansat7 ETM+ dengan landcover tahun sebelumnya yang akan diupdate.
4. Survey lapangan dilakukan untuk melihat kondisi sebenarnya di lapangan seperti : penutupan lahan, kondisi bentuk lahan, penutupan tipe penggunaan lahan dan kerapatan vegetasinya pada saat setiap lokasi sample.
5. Pelaksanaan reinterpretasi dilakukan untuk mengecek kembali kelas penutup laha yang diinterpretasi dengan kondisi sebenarnya di lapangan hasil dari survey lapang. Tahap ini hendaknya dibantu oleh seorang short term yang paham kondisi alam di lokasi tersebut.

Tahap II : Supervisi
            Teknis kerja supervise ini adalah melakukan pengecekan baik pengecekan kelas penutupan lahan maupun kualitas dari digitasi terkait keakuratan pengambilan batas kelas penutup lahan maupuntingkat kehalusan/smoothness hasil digitasi. Suvervisi dilakukan oleh orang yang telah berpengalaman. Sehingga lebih cepat dan dapat dioverlay hasil reinterpretasi dengan citra kompositnya.

Tahap III : Produksi Hasil Akhir (Desain dan Layout)
            Desain dan print-out peta hutan. Final secara lengkap merupakan salah satu output untuk mempresentasikan hasil. Semua kegiatan dalam proses pemetaan akan didokumentasikan dan membuat laporan akhir.

Pemetaan biasanya menggunakan beberapa alat, yaitu:
1.  Theodolit, untuk mengukur sudut horizontal serta vertical dari suatu wilayah. Kelemahan alat ini adalah tidak boleh terbuka kunci bodynya apabila kunci body terbuka maka pemetaan diulang.
2.  Kompas, untuk mengukur sudut vertical dan horizontal dari suatu wilayah. Tapi dibandingkan dengan theodolit kompas memiliki kelitian yang kurang, namun mudah dibawa.
3. GPS, untuk menentukan koordinat posisi kita, dapat pula menunjukkan kelokasi yang diketahui koordinatnya, tapi keakuratannya lemah apabila terhalang tajuk yang rapat.
4.      Altimeter, untuk mengukur ketinggian dari suatu wilayah.
5.  Klinometer, berfungsi untuk mengukur sudut vertical. Kelemahan alat ini tdk bisa terkunci, jadi apabila salah pembacaan maka diulang kembali.
6.  Pita ukur, alat ini berfungsi untuk mengetahui jarak di lapang.







Senin, 05 Desember 2011

dimana pedulimu kawan..?


hutan adalah sutau ekosistem yang ditumbuhi pohon pohon yang cukup rapat dan luas. seringkali terdiri dari tegakan tegakan yang beraneka ragam sifat (Helms 1998)
hutan merupakan suatu anugrah yang diberikan kepada kita oleh yang kuasa, tetapi kita terkadang melupakan manfaat dan fungsi hutan yang telah diberikan kepada kita, indonesia merupakan negri yang diberikan kekayaan hutan tropis yang melimpah ruah...(tapi itu dulu). hampir setiap tahunnya hutan yang  terdeportasi semakin meningkat, sampai kapan hal ini akan terjadi...? apakah kita belum juga sadar apa yang telah mereka (hutan) berikan kepada kita? 80% O2 yang kita hirup setiap detiknya adalah pemberian dari mereka(hutan), tidak hanya itu air bersih yang setiap harinya membasahi tenggorokan kita juga dari mereka yang selalu menjaga keberadaan air di dalam tanah. tapi yang apa kita berikan kepada mereka (hutan) kita malah mengekploitasi habis habisan mereka. orang orang yang tidak bertanggung  jawab menjual secara ilegal mereka, mereka bukan pelacur yang dijual sana sini kawan. tidak sampai disitu, tanpa belas kasih kita membakar mereka .... untuk kepentingan kita sendiri, emang hutan diberikan kepada kita agar kita manfaatkan  untuk kepentingan manusia, tapi kita perlu juga untuk menjaga kelestariannya. lihat apa yang terjadi sekarang ini setiap tahunnya negeri ini mengalami bencana banjir, longsor, kekeringan, siapa yang rugi? kita...,, berapa kerugian negeri ini untuk menanggulangi ini? marilah kawan hutan bukanlah tanggunga jawab sekelompok orang, bukan tanggung jawab para rimbawan, bukan tanggung  jawab mentri kehutanan, tapi tanggung jawab kita semua...  

Selasa, 08 November 2011

terima kasih

bangun pagi jam 3.45
pagi itu terasa beda dari hari-hari lainnya, ga tau kenapa... pas buka mata aku lansung buka computer dan lansung buka jejaring sosial dan walking2 di blog orang... banyak tulisan tulisan yang menginspirasiku untuk konsisten ngblog saat itu. awalnya sih aku mulai ngeblog cuma untuk mengisi waktu luang doang, daripada menghabiskan waktu dengan fb dan twiter. tapi setelah melihat tulisan tulisan yang kreatif ini membuatku ingin mencoba menulis tentang profesiku sebagai rimbawan di fakultas kehutanan IPB...seperti yang sudah dilakukan oleh seniorku Agung Sudomo seorang calon dokter hewan, yang juga sebagai inspiratorku.. tidak jarang dia mendoktrinku betapa serunya ngeblog, kalo boleh aku bilang dia hampir berhasil...:D, dan  aku bertemu beberapa blog teman ku SMA dulu.  ternyata dia memiliki blog yang gak kalah bagusnya...hal ini semakin membuatku semangat untuk memulai ngeblog... walaupun dengan sedikit tata bahasa yang campur aduk sih...hehehe... aku akan mencoba menulis tentang profesiku... sebelumya juga saya pribadi menghaturkan terima kasih kepada kalian semua yang telah menjadi inspirasiku... oiya ada satu orang lagi yang menginspirasiku namanya Yusuf Fikri Ramdhani seorang bloger, yang nanti akan ku paksa untuk mengajarkan sedikit ilmunya kepadaku....hahaha,,  

Selasa, 25 Oktober 2011

anatomi kayu

23:00
masih belum puas melototi slide bagian struktur anatomi kayu...  cuaca ternyata mempengaruhi anatomi penyusun suatu batang kayu,,
berikut perbedaan sel-sel yang dihasilkan:
pada musim semi : sel yang dihasilkan relatif berukuran kecil, diameternya besar, dinding sel tipis, dan rongga selnya besar.
pada musim panas : sel yang dihasilkan berukuran panjang, diameter kecil, dinding sel besar, dan rongga sel besar.
kayu pada musim semi disebut kayu awal dan kayu pada musim panas kayu akhir...

Jumat, 14 Oktober 2011

perpus

17:36
masih berada dilingkungan kampus .
sudah 1 tahun lebih gua mondar mandir di lingkungan kampus tercinta ipb , gua baru nyadar ternyata diperpustakaan pusat ipb banyak buku buku yang bagus... terutama buku yang gua suka buku buku tua yang tulisannya masih ketikan mesin tik... ayo budayakan membaca .... iqro'

Minggu, 09 Oktober 2011

cerita di blog gua yang lama ketemu lg...

Lihat lah orang dari sisi positifnya
Didesaku ada seorang tua yang jika dillihat dari kehidupannya sangat berkecukupan. Tapi ku kurang menyukainya karna sifatnya yang menurutku sangat otoriter dan berkuasa didesaku. dia juga sering menyombongkan diri. Sifat itu lah yang membuatku membencinya, membuatku enggan berurusan dengannya, lagian pikirku aku tak membutuhkan dia,toh aku masih punya orang tua yang dapat aku andalkan.
Tapi anggapan itu membuatku sadar. Waktu itu aku pergi ke kota pekanbaru yang jaraknya lumayan jauh dari desaku. Kira-kira membutuhkan waktu 5 jam dari desaku dengan menggunakan sepeda motor. Awalnya ku tak berani untuk berpergian jauh hanya menggunakan motor sendiri tapi ku hanya memberanikan diri karna aku musti menemui seseorang, seseorang yang aku sayang lah...
Diperjalanan pergi keadaan masih baek-baek saja sesuai rencana, dan akhirnya ku ketemu juga dengannya. Senangnya hati... hehehe,, sekitar seminggu aku disana bersamanya...berhubung liburan masih panjang.
Setelah seminggu aku pamitan untuk pulang, lagian uangku juga udah menipis....hehe,, diperjalanan pulang sekitar 1 jam perjalanan musibah pun menghampiriku... ban sepedaku bocor... “huh sial,, shit.... damn ....” itu kata-kata yang keluar dari mulutku, ditengah teriknya matahari ku hanya terpaku melihat nasibku, kemana aku harus minta tolong..? yang ada hanya hamparan sawit ..... jangankan bengkel rumah saja tidak ada, ku ambil HP lagi¬-lagi another shit aku lupa menchargenya,, hal yang bisa kulakukan saat itu hanya bermohon kepada allah SWT ada orang yang lewat dan bersedia membantu.
Sudah ½ jam ku menunggu pertolongan, hampir ku putus asa....
Tiba-tiba doaku terjawab, sebuah mobil berhenti... berulang kali ku mengucapkan alhamdulillah..
Dari mobil tersebut keluar seseorang yang ternyata aku mengenalnya, kau tau itu siapa? Yah... dia orang yang selama ini ku benci, orang yang membuatku malas berurusan dengannya. Sejenak aku tertegun betapa pecundangnya aku. Tanpa banyak tanya dia menaikkan motorku ke dalam mobilnya. “Nak sini naikkan motormu ”, “terima kasih banyak pak”. Ingin rasanya ku menangis menyesali apa yang ku pikirkan tentangnya, menyesal dosaku padanya.

Sejak saat itu aku sadar akan kesalahan ku , pada saat aku mulai merasa tidak menyukai seseorang aku teringat dengan bapak itu,cepat-cepat kuhapus prasangka negatifku orang tersebut , janganlah pernah melihat seseorang dari sisi jeleknya tapi lihatlah seseorang dari sisi baiknya sesungguhnya engkau akan mendapatkan kebaikan darinya.

Sabtu, 24 September 2011

prinsip pengolahan penyakit hutan

Tujuan pengelolaan penyakit hutan adalah untuk mencegah agar suatu penyakit tidak terjadi, tidak berkembang atau tingkat keparahan penyakit dapat ditekan sekecil mungkin. Penyakit di dalam hutan dapat terjadi oleh penyebab yang berasal dari luar komunitas hutan, atau oleh komponen penyusun komunitas hutan itu sendiri. Oleh karena itu upaya melindungi hutan terhadap kerusakan oleh penyakit diarahkan untuk mencegah masuknya penyebab penyakit dari luar komunitas, atau menekan perkembangan penyebab penyakit yang berada di dalam komunitas hutan.

Pengelolaan penyakit hutan juga lebih ditekankan pendekatannya pada tingkat komunitas hutan secara keseluruhan baik dalam hal penilaian kerugian yang ditimbulkan maupun prinsip-prinsip pengelolaan yang digunakan.meskipun demikian perhatian juga diberikan kepada kenyataan bahwa pohon yang terkena kerusakan oleh penyakit dapat berperan sebagai sumber penular terhadap keseluruhan komunitas hutan.
Sangat sedikit penyakit yang dapat dihilangkan sama sekali dari dalam komunitas hutan. Oleh karena itu pengelolaan penyakit hutan pada umumnya diarahkan untuk menekan kerugian yang terjadi sekecil mungkin. Melindungi hutan dari kerusakan oleh penyakit seperti halnya terhadap penyebab kerusakan yang lain (misalnya serangan serangga atau hama, kebakaran ataupun gulma dan lain-lain), merupakan bagian penting dalam silvikultur. Pengelola hutan harus mampu mengantispasi penyebab penyakit yang potensial, menentukan cara-cara pengendaliannya yang mungkin dapat dilakukan, dan mengintegrasikannya ke dalam tindakan silvikultur sehingga menghasilkan suatu program pengelolaan penyakit kesehatan hutan.
Prinsip-prinsip pengelolaan hutan yang dikembangkan ke dalam program kesehatan hutan adalah
  • Resistensi atau pemanfaatan galur-galur tahan atau tidak berpeluang terinfeksi pathogen. Prinsip ini juga meliputi cara-cara untk meningkatkan vigoritas tanaman yang sehat.
    • Eradikasi yaitu pembunuhan, pengurangan pathogen atau pembuatan pathogen yang tidak aktif ke dalam areal komunitas hutan maupun pada individu pohon.
      • Eksklusi atau pencegahan perkembangan pathogen pada areal yang sebelumnya bukan daerah infeksinya
        • Penghindaran atau penanaman hutan pada daerah atau pada waktu pathogen tidak aktif atau tidak ada.
          • Terapi atau penyembuhan yaitu pengurangan tingkat keparahan penyakit pada daerah (hutan) yang telah terinfeksi pathogen.